Gubernur Made Mangku Pastika Tegaskan Tolak Wisata Syariah di Bali

Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) Tolak pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Bali
HINDUALUKTA-- Wacana pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Bali yang digagas oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terus menuai penolakan dari masyarakat di Bali. Aksi penolakan melalui demo tak hanya berlangsung di Kota Denpasar, Rabu (25/11/2015).

Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) melangsungkan aksi demo serupa di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Jembrana.

Aliansi Hindu Muda Indonesia
Mereka dengan tegas mengecam pernyataan MES Bali yang ingin menerapkan ekonomi dan pariwisata berbasis syariah di Bali. Selain itu mereka juga mengatakan siap menjadi garda terdepan dalam membela Bali dan dengan tegas menolak siapapun yang ingin menggantikan tradisi, adat, dan budaya Bali yang sudah terkenal hingga ke penjuru dunia.

"Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara agama. Bali tetap menjunjung ekonomi Pancasila, bukan malah ekonomi dari penganut agama tertentu," beber Koordinator Pusat AHMI, I Ketut Budiartha.

"Hendaknya, dimana tanah diinjak maka di situ langit dijunjung. Kami tidak mau Bali diganggu lagi setelah bom Bali I dan II. Baik itu oleh terorisme maupun oleh ekonomi yang berdasarkan paham agama tertentu," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan tidak setuju jika wisata syariah sampai dikembangkan di Pulau Dewata karena dinilai dapat menimbulkan potensi keributan. "Saya nggak setuju lah, malah jadi ribut nanti. Jangan pakai begitu-begitu, udah tenang-tenang kok," kata Pastika usai menghadiri sidang paripurna DPRD Bali, di Denpasar, Selasa (24/11).

Pastika menilai dengan kondisi pariwisata seperti saat ini sebenarnya sudah tenang-tenang dan baik. 

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika
"Janganlah bikin yang aneh-aneh, bikin kacau saja itu. Sudahlah orang sudah tenang-tenang baik-baik seperti ini," ucap mantan Kapolda Bali itu.

Sebelumnya Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat Muliaman D Hadad usai melantik kepengurusan MES Bali mengatakan bahwa di Bali cocok untuk dikembangkan wisata syariah.

"Di Bali cocok, menurut saya, kenapa tidak?. Tujuh juta wisatawan domestik datang ke Bali di samping tiga juta orang asing. Nah, mungkin saja ada pengusaha di sini yang mempunyai ide bersama Pemda kenalkan itu (wisata syariah)," kata Muliaman.

Menurut dia, pariwisata berbasis Islami tidak hanya melulu dikembangkan negara-negara Arab melainkan telah banyak dikembangkan negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan Thailand, ucap dia, baru-baru ini meraih destinasi kesehatan Islami terbaik dunia pada salah satu kegiatan yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab baru-baru ini.

"Ini peluang bisnis yang perlu dimanfaatkan. Di beberapa kota sudah muncul hotel dan layanan kesehatan dan tidak ada maksud lain selain peluang bisnis. Kami tidak sedang berbicara agama tetapi ekonomi," ucap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.

Subscribe to receive free email updates: