Analogi Dua Atman, Jembatan dan Kereta

Ada dua atman yang meminum sari buah Karma dari dunia perbuatan yang baik. Kedunya bersemayam pada tempat rahasia (di jantung), tempat utama dari Yang Maha Tinggi. Yang mengerti Brahman mengatakan tentang kedua hal ini sebagai bayangan dan sinar, dan juga (mereka yang menjalankan gryahasta) yang memelihara kelima api yajna dan mereka juga yang menjalankan upacara tiga api Naciketa.

Jembatan itu, bagi mereka yang melakukan yajna dan yang merupakan Brahman Yang Maha Tinggi bagi mereka yang ingin menyeberang kearah pantai sebelah sana yang tanpa ketakutan, semoga kita memahami api Naciketa. Dalam artian jembatan adalah pengetahuan tertinggi tentang brahman. Untuk itu yaknya yang tampa pengetahuan tidak ada gunanya.

R.V. 164.20 mengatakan  ada dua bentuk atman yakni atman perseorangan (jivatman) dan semesta (paramatman). Tetapi bagaimana kedua atman ini dianalogiakn sebagai jembatan dan kereta? S.R mengatakan ini layaknya dua orang yang berjaan di bawah satu payung ketika kita mengatakan bahwa pembawah payung sedang berjalan. Maka kedua orang ini sama-sama berjalan dan menikmati buah dari payung tersebut. Sehingga dengan tidak sengah kedua orang tersebut mengambil peran dalam satu payung.  Ada dua atman yang dimaksut disini atman individu dan alam semesta.



Subscribe to receive free email updates: