Pengertian dan Etimologi Padmasana

Padmasana
HINDUALUKTA-- Padmasana adalah pelinggih tersuci sebagai tempat atau stana Ida Sang Hyang Widhi. Padmasana merupakan simbol yang menggambarkan stana atau kedudukan Hyang Widhi Wasa. Bentuk dan jenisnya banyak, perbedaan ada di rong (ruang), papalihan )tingkatan), unsur dan struktur profil yang dipahatkan pada bangunan.

Etimologi

Padmasana berasal dari kata ‘padma’ yang artinya teratai / tunjung, dan ‘asana’ yang berarti sikap dalam yoga atau sikap terbaik dalam memuja. Dalam Agama Hindu dan Budha bunga teratai merupakan simbol dari tempat duduk / berdirinya Dewa-dewa. Selain itu padmasana sebagai tuntunan bathin atau pusat konsentrasi.

Mengapa bungan teratai? Karena bunga teratai berbeda dengan bunga lainnya dan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Bunga teratai tumbuh di dalam lumpur. Akar dan pangkalnya di dalam lumpur yang berbau, batangnya di air, dan bunganya di atas air. Tiga area ini (lumpur/prtivi, air/apah dan atas air/udara/akasa) dianggap merupakan simbol dari tiga alam, bhur, bwah, dan swah. Hyang Widhi Wasa bertahta di atas tiga alam ini.
  2. Bunga teratai walau hidup di air tetapi tidak basah oleh air. Oleh karena itu bunga teratai dianggap lambang kesucian, bebas dari kemelekatan (noda). Hyang Widhi Wasa menciptakan dunia dan berada di dunia ini, tetapi Beliau tidak terikat dengan dunia ini. Bunga teratai merupakan simbol stana Hyang Widhi Wasa.
  3. Bunga teratai mempunyai tangkai yang lurus dari pangkal yang ada di lumpur sampai bunga yang di atas air. Lurus merupakan simbol hal yang baik.
  4. Kelopak daun bunga teratai dilukiskan berjumlah delapan (padma asta dala) sebagai simbol manifestasi Hyang Widhi di arah 8 penjuru mata angin: timur (purva) sebagai Isvara, tenggara (agneya) sebagai Mahesora, selatan (daksina) sebagai Brahma, barat daya (nairiti) sebagai Rudra, barat (pascima) sebagai Mahadewa, barat laut (vayabya) sebagai Sankara, utara (uttara) sebagai Visnu, timur laut (airsanya) sebagai Sambhu.
Itulah keistimewaan dari Bunga Teratai sehingga dipakai sebagai simbol dari linggih atau stana para Dewa.

Menurut lontar ‘Dwijendra Tatwa’ pelinggih berbentuk padmasana dikembangkan oleh Dabhyang Dwijendra atau Mpu / Danhyang Niratha. Pelinggih padmasana merupakan simbol atau niyasa stana Hyang Widhi Wasa dengan berbagai sebutan sebagai berikut:
  • Sang Hyang Siva Raditya, dalam manifestasinya yang terlihat atau dirasakan langsung oleh manusia sebagai matahari atau Surya.
  • Sang Hyang Tri Purusa, dalam tiga manifestasinya yang manunggal yaitu Siva, Sada Siva dan Parama Siva.
Dari pemahaman di atas jelas bahwa padmasana merupakan simbol yang digunakan oleh Hindu dari sekte Siva Sidhanta.



0 Response to "Pengertian dan Etimologi Padmasana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel