Upaya Mengajarkan Veda

HINDUALUKTA-- Luasnya aspek kehidupan yang diatur oleh Veda, tentu kita sebagai umat Hindu harus bangga mempunyai Kitab Suci Veda. Kita mempunyai kewajiban untuk mengembangkan atau menyampaikan ajaran suci Veda ini kepada semua orang, terutama di lingkungan keluarga.

Masalahnya, tidak semua orang tertarik untuk mempelajari Veda apalagi orang yang sedikit ilmunya, Veda bisa disalahartikan. Oleh karena itu, pada zaman dahulu diisukan oleh para orientalis bahwa Veda tidak boleh dipelajari oleh kalangan sudra. Lebih ekstrim lagi, konon ketika seorang sudra tidak sengaja mendengarkan mantra suci Veda, makaorang tersebut harus dihukum berat. Isu itu sungguh tidak benar karena sesungguhnya Veda adalah ilmu pengetahuan yang terbuka, boleh dipelajari oleh siapa saja, di mana dan kapan saja.

Veda adalah ilmu yang terbuka untuk dikaji dan diuji oleh para ilmuwan. Semua boleh mempelajari dan meneliti tentang kebenaran Veda dengan tidak memandang dari golongan apa. Sebagai umat Hindu kita harus menjadi pelopor dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran suci Veda. Jangan sampai di rumah tangga umat Hindu tidak ada satu pun kitab suci Veda. Walaupun ada Kitab Suci Veda, tetapi hanya disakralkan untuk diberikan sesajen saja. Kitab Suci Veda seperti menjadi monumen mati karena tidak pernah dibaca. Cara ini sungguh amat salah.

Veda memberikan solusi dalam rangka mengembangkan ajaran sucinya. Masyarakat umat Hindu melalui media kesenian telah dengan sangat bijaksana menyampaikan ajaran suci Veda. Ada beberapa seni budaya yang selalu dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan suci Veda. Adapun yang dimaksud, antara lain:

1. kesenian wayang
2. seni utsawa Dharmagita
3. seni mewirama dan kekawin
4. sinetron bernuansa religiusitas Hindu
5. seni pertunjukan arja
6. seni pertunjukan topeng
7. darmatula dalam paruman di bale banjar
8. tirta yatra
9. acara mimbar agama Hindu di radio, televisi dan media cetak, dan
10. metode Upanisada, yaitu melakukan diskusi tentang ajaran veda yang biasanya dilakukan di sekolah atau di kampus.

Reff:
Buku Pendidikan Budi Pekerti, Edisi Revisi 2014

Subscribe to receive free email updates: