Ada Usaha Menjelekkan Bali di Mata Para Wisatawan

HINDUALUKTA-- Bali merupakan salah satu tempat Wisata yang paling diminati semua orang. Baik dari dalam negeri, maupun luar negeri. Sehingga, tak heran jika banyak pemandu Wisata yang masuk ke pulau yang dikenal sebagai Pulau Seribu Pura tersebut.

Kendati demikian tidak semua pemandu Wisata, berniat hanya memperoleh rece dari pulau Bali. Bahkan beberapa pemandu Wisata berusaha merusak Bali di mata para wisatawan.

Pura Uluwantu
Seperti misalnya yang baru-baru ini terjadi. Seorang supir pariwisata asal Bali mengaku mendapatkan pertanyaan yang aneh dari penumpangnya. Pasalnya, si penumpang menganggap Pura Uluwantu sebagai kuburan.

"Bli apa kuburan Pura Uluwatu masih banyak yang datang untuk ziarah dan minta ilmu," demikian dikatakan si Supir meniru pertanyaan penumpangnya melalui akun Facebook, Mangdiy Dewa Tour seperti dilansir daerah bali, 3 september 2016.

Mendapatkan pertanyaan itu, si Super kembali bertanya kepada penumpang, dari mana mendapat informasi seperti itu? Namun penumpang mengaku medapat informasi tersebut saat pertama kali berkunjung ke Bali oleh salah satu Pemandu Wisata.

"Supir: Apa Buk? Kuburan..? Meminta Ilmu? Uluwatu bukan kuburan bu tapi itu Pura Suci Umat Hindu.
Penumpang: Laah supir saya yang dulu bilangnya kayak gitu Bli, dia bilang dulu disana ada orang sakti meninggal dan dikubur di sana. Katanya masih banyak yang meminta kekuatan ilmu kesana."


Demikian percakapan antara supir dan Penumpang seperti dilansir Mangdiy Dewa Tour.

Daerah Bali.JPG
Lebih lanjut si Supir menjelaskan kepada Penumpang wanita tersebut. Menurutnya Pura Uluwatu bukan kuburan tetapi tempat samadi seorang petapa bernama Dhang Hyang Dwijendra dahu kala. Berkat dari pertapaan itu, Dhang Hyang Dwijendra berhasil mencapai moksa (Kebahagian di dunia dan Akhirat).

""Maaf bu, Uluwantu itu bukan kuburan, Uluwatu itu dulunya tempat semedi seorang petapa yang bernama Dhang Hyang Dwijendra yang akhirnya moksa disana, dan sedikit penjelasan tentang moksa yang saya tahu saya jelaskan, dan masih banyak hal lain yang menyimpang yang dijelaskan oleh pemandu wisata ibu ini yang dulu, dan ahirnya saya tau bahwa supir yang dulu mengantar dan menjelaskan tentang Bali kepada tamu saya itu adalah bukan orang Bali" curhat si Supir melalui facebooknya.

Selain menjelaskan mengenai Pura Uluwatu, Dia pun melontarkan kekesalanya. Menurutnya seharusnya orang Bali waspada terhadap para agen travel di Bali. terutama orang luar Bali. Sebab hal seperti itu, dapat merusak budaya Bali, dan jika cerita seperti itu, terus berkembang, maka jati diri Bali akan hilang.

"Orang Bali Harus waspada, jika Bali semakin diartikan berbeda, tidak ada lagi yang tahu jati diri Bali itu sebenarnya. Inilah akibatnya banyak orang di luar Bali yang bekerja sebgai pemandu wisata di Bali.Seharusya jika ingin menjadi pemandu di Bali, harus mengetahui budaya, adat dan tradisi di Bali. Jangan hanya mencari dollar," pintanya.







Subscribe to receive free email updates: