Pengertian Bhuana Agung dan Bhuana Alit Serta Penjelasannya

HINDUALUKTA -- Secara etimologi Bhuwana Agung terdiri dari dua kata yakni Bhuwana dan Agung. Bhuwana artinya dunia, alam, loka dan jagat. Sedangkan Agung berarti besar atau raya. Jadi Bhuwana Agung dapat di defenisikan sebagai Dunia yang besar atau alam yang luas. Dalam agama Hindu Bhuana Agung disebut juga sebagai Makrokosmos (alam Semesta). Bhuwana Agung terbentuk dari unsur panca Maha Bhuta yakni, Pertiwi, Apah, Teja, Bayu dan Akasa.

Sedangkan Bhuwana  Alit memiliki arti sebagai Dunia Yang Kecil. Hal ini bisa dilihat dari arti katanya yakni Bhuwana berarti dunia atau alam dan Alit yang artinya Kecil. Bhuwana Alit disebut juga Mikrokosmos. Dalam ajaran agama Hindu Bhuwana Alit disamakan dengan Diri manusia yang terdiri dari Unsur Purusa dan Prakerti.


Penjelasan Bhuana Agung

Telah dijelaskan di atas bahwa Bhuana Agung merupakan alam besar, alam raya, jagat raya Makrokosmos.  Kitab Brhad aranyaka upanisad, menjelaskan bahwa bhuana agung diciptakan oleh Tuhan. Ida Sang Hyang widhi Wasa yang abstrak / niskala dilukiskan dalam wujud personifikasi sebagai alam semesta ini.

Dalam Artikel sebelumnya yang berjudul Unsur-unsur dan Perbedaan Bhuana Agung dan Bhuana Alit dijelaskan bahwa Bhuana Agung diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi pada waktu Sresti atau penciptaan, dan masa Sresti disebut Brahma Dewa yaitu siang hari Brahma. Dan segala yang diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi di Bhuana Agung ini akan kembali/lebur disebut dengan istilah Pralaya (kiamat), masa Pralaya disebut Brahma Nakta atau malam hari Brahman.

Satu lingkar dari Pencitaan (Utpti), pemeliharaan ( Sthiti) dan Peleburan (Pralina) dari alam semesta atau Bhuana Agung disebut Akalpa yaitu sehari dan semalam Brahman disebut Brahman Kalpa. Proses terciptanya Bhuana Agung diawali ketika dunia ini belum ada apa-apa, yang ada hanyalah Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Nirguna Brahman, artinya Tuhan dalam wujud sepi, kosong, sunyi dan hampa. Kemudian Ida Sang Hyang Widhi menjadikan dirinya sendiri menjadi Saguna Brahman. Artinya Tuhan sudah mulai beraktifitas. Selanjutnya Tuhan menciptakan dua unsur yaitu Purusa dan Prakerti atau unsur  Cetana dan Acetana.

Unsur Purusa atau Cetana adalah unsur dasar yang bersifat kejiwaan, sedangkan unsur Prakerti atau Acetana adalah unsur dasar yang bersifat kebendaan. Unsur Prakerti memiliki Tiga Guna yang disebut Tri Guna, yang terdiri dari:

  1.  Satwam yaitu sifat dasar terang, bijaksana,
  2. Rajas adalah sifat dasar aktif, dinamis dan rajin,
  3. Tamas adalah sifat dasar berat, malas dan lamban.

Dengan adanya Tri Guna pada Bhuana Agung yang didominasi oleh unsur Sattwam menyebabkan lahirnya Mahat yang berarti Maha Agung.

Dengan adanya Mahat di Bhuana  Agung melahirkan Budhi yaitu benih kejiwaan tertinggi yang berfungsi untuk menentukan keputusan. Budhi melahirkan Ahamkara yaitu asas individu, ego, yang berfungsi untuk merasakan. Selanjutnya Ahamkara melahirkan Manas yaitu alam pikiran yang  gunanya untuk berpikir.

Setelah lahirnya Manas lahirlah Panca Tan Matra yaitu lima benih unsur yang sangat halus, yang terdiri atas:

a. Sabda Tan Matra; benih suara,

b. Rupa Tan Matra; benih warna,

c. Rasa Tan Matra; benih rasa,

d. Gandha Tan Matra; benih bau,

e. Sparsa Tan Matra; benih sentuhan/peraba.

Dari Panca tan Matra berevolusi menjadi unsur dasar yang besar berjumlah lima unsur disebut Panca Maha Bhuta, yang terdiri dari:

a. Pretiwi atau unsur padat yang timbul dari kelima unsur Tan Matra

b. Apah atau unsur cair yang timbul dari Sabda, Rupa dan Rasa Tan Matra,

c. Teja atau unsur panas ditimbulkan oleh Sabda dan Rupa Tan Matra,

d. Bayu atau hawa ditimbulkan oleh Sabda dan Sparsa Tan Matra,

e. Akasa/Ether ditimbulkan oleh unsur Sabda dan Sparsa Tan Matra.

Dengan munculnya Panca Maha Bhuta berkembanglah menjadi Bhuana Agung dengan segala isinya seperti; matahari, bumi, bulan, planet-planet yang ada di jagat raya ini. Sehingga Dunia ini adalah Brahmanda atau telurnya Ida Sang Hyang Widhi. 

Penjelasan Bhuana Alit

Bhuana alit berarti alam kecil atau dunia kecil. Yang termasuk Bhuana Alit adalah tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia merupakan bentuk dari Bhuana Alit adalah makhluk yang tertinggi karena manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah memiliki Tri Premana, yaitu:

  1. Bayu; tenaga,
  2. Sabda; suara
  3. Idep; pikiran /akal.

Bhuana Alit atau tubuh manusia, tumbuhan dan binatang terbentuk sama seperti Bhuana Agung yaitu pertemuan antara Purusa dengan Prakerti atau Cetana dengan Acetana. Unsur Purusa atau Cetana akan membentuk Jiwatman, sedangkan unsur Prakerti atau Acetana akan membentuk badan manusia.

Dalam Jiwa dan badan manusia terdapat alat batin manusia yang menentukan watak atau karakter seseorang. Tiga alat batin itu bernama Tri Antah Karana yang terdiri atas:

  1. Budhi berfungsi untuk menentukan keputusan,
  2. Manas berfungsi untuk berpikir, dan
  3. Ahamkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak.

Setelah bertemunya Purusa dengan Prakerti ditambah denga Tri Antah Karana, disusul pula dengan masuknya unsur Panca Tan Matra yang akan menjadi Indria penilai yang disebut Panca Bhudindria, yaitu:

  1. Sabda Tan Matra menjadi Srotendria yaitu indria yang terletak di telinga,
  2. Sparsa Tan Matra menjadi Twak indria yaitu indria yang terletak di kulit,
  3. Rupa Tan Matra menjadi Caksu indria yaitu indria yang terletak di mata,
  4. Rasa Tan Matra menjadi Jihwendria yaitu indria yang terletak pada lidah, dan
  5. Gandha Tan Matra menjadi Ghranendria yaitu indria yang terletak di kulit.

Selanjutnya Panca Tan Matra berkembang menjadi Panca Maha Bhuta sehingga menjadi unsur pembentuk tubuh atau jasmani manusia, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pertiwi menjadi segala yang bersifat padat dalam tubuh manusia seperti: tulang, otot, daging, kuku dan sebagainya,
  2. Apah menjadi segala yang cair pada tubuh manusia, seperti: keringat, darah, lendir, air kencing, air liur, ludah,dll
  3. Teja menjadi panas/suhu dalam tubuh,
  4. Bayu akan menjadi udara dalam badan yang disebut Prana seperti pernafasan, dan
  5. Akasa akan menjadi rongga-rongga dalam tubuh manusia, seperti: rongga mulut, rongga hidung, rongga dada dan rongga perut.



0 Response to "Pengertian Bhuana Agung dan Bhuana Alit Serta Penjelasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel