Peran Ayah sesuai Panca Sthiti Dharmaning Prabhu

Saibaba
HINDUALUKTA-- Ayah adalah orang tua laki-laki seorang anak. Tergantung hubungannya dengan sang anak, seorang "ayah" dapat merupakan ayah kandung (ayah secara biologis) atau ayah angkat. Panggilan "ayah" juga dapat diberikan kepada seseorang yang secara de facto bertanggung jawab memelihara seorang anak meskipun antar keduanya tidak terdapat hubungan resmi.

Ayah memiliki peranan pending dalam membina keluarga. Jika dikaitkan dengan Panca Sthiti Dharmaning Prabhu, maka peranan ayah adalah sebagai berikut:

Tut wuri handayani.  Ayah harus memberikan motivasi pada anak dan keluarganya untuk mencapai tujuannya. Ia harus berhasil mengantar anaknya menjadi ‘orang’ (‘nguwongne’).

Ing madya mangun karso.  Di dalam keluarga, ayah harus bisa membimbing dan mengajak setiap anggota keluarga dalam mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat.  Dengan melibatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan (sesuai dengan umurnya) maka akan membantu ayah dalam mendidik anak menjadi ‘orang’.

Ing ngarsa sung tulada.  Peran ayah sebagai pemimpin rumah tangga tentu akan menjadi sorotan keluarga dan masyarakat.  Ayah harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anaknya dan juga keluarganya.  Setiap tindakan harus dilakukan dengan dasar dharma.

Sakti tanpa aji.  Seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan pemikirannya dengan cakap serta menggerakkan keluarga sesuai dengan pemikirannya dengan tanpa paksaan melainkan pemahaman.  Ayah harus pandai berdiplomasi.

Nlurug tanpa bala.  Ayah harus bisa bertindak seperti seorang ksatria, berani menghadapi tantangan sendiri.  Ia harus ikhlas berkorban untuk kebahagiaan keluarganya, baik waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat!!!!

0 Response to "Peran Ayah sesuai Panca Sthiti Dharmaning Prabhu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel