7 Sikap dan Penampilan Yang Patut Ditiru Saat Dharma Wacana

HINDUALUKTA -- Dharma Wacana adalah salah satu metode penerangan atau penyampaian pesan kepada audience khususnya bagi umat Hindu. Dharma Wacana berasal dari kata Dharma yang berarti kebenaran, kejujuran atau nilai-nilai suci, sedangkan Wacana adalah alimat yang disampaikan secara lisan. Jadi Dharma Wacana dapat diartikan sebagai penyuluhan atau penerangan nilai-nilai keagamaan (Veda).

Pada umumnya Dharma Wacana disampaikan di Pura-Pura dengan metode cerama kepada sejumlah umat Hindu. Adapaun langka atau hal-hal yang perlu diperhatikan saat Dharma Wacana adalah sebagai berikut.
Tradisi Jasriku 2 tahun sekali


1. Pakaian
Seorang petugas dharma wacana hendaknya masalah pakaian dapat memberikan kesan yang baik kepada audient. Misalnya rapi  dan sopan, sebab itu dapat menambah wibawa seorang pendharmawacana. Hindarkan pakaian yang menyolok dan seksi.

2. Mimik
Hadapi para a audient dengan wajah yang berseri-seri dengan sikap yang menunjukkan rasa senang, dengan demikian audient akan mendapat sugesti dan menjadikan suasana segar serta positif.

3. Gerak atau Akting
Gerka atau acting adalah gaya dari seorang pembicara. Masalah gerak adalah hal yang spontanitas dari si pembicara. Oleh sebab itu,segala gerak yang dibawakan akan membawa pengaruh besar dalam menghadapi audient. Kurangi menggunakan telunjuk jari untuk menekankan suatu masalah. Telunjuk merupakan symbol perintah.

4. Santai
Pergunakan sikap penyajian yang santai. Dalam kontek ini dimaksudkan agar petugas Dharma Wacana dalam menyajikan materi tidak tagang, murah senyum, merasakan diri tidak ada jarak antara pembicara dangan audient. Untuk penampilan aga bisa santai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 


5. Humor
Seorang pembicara pada momen tertentu perlu menunjukkan gerak/ sikap humor, hal ini sangat bermanfaat untuk melepaskan ketegangan dari para audient. Manfaat lain adalah dapat mengusir kejenuhann dan ngantuk.

6. Menanamkan Keyakinan
Untuk menanamkan keyakinan terhadap audient, ada tiga langkah yang dapat ditempuh yakni: (1) Timbulkan kesan pada hati pendengar anda, (2)Ulangi persoalan-persoalann yang dianggap penting dan perlu diketahui secara pasti oleh pendengar saat dharma wacana, dan (3) Hubungkan pesan (message) dengan masalah yang berkaiatan dengan kepentingan pendengar.

7. Pembukaan dan Penutup
Suatu dharma wacan dikatakan berhasil jika mampu menggerakan dan menumbuhkan support dan partisipasi pendengar dari awal sampai akhir. Untuk menuju keberhasilan petugas dharma wacana tampil tampil di depan audient, ada beberapa hal penting yang perluu diperhatikan. 



Reff:
Tim Penyususn, 2005 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dharma Wacana. Paramita. Surabaya
BP 7, 1980, Teknik Penyajian Materi
Mulyono FX, Tri, Seni Peran untuk Berkomunkikasi, Sav Puskat. Yogyakarta.

Subscribe to receive free email updates: