Kerajaan Hindu di Jawa Barat

HINDUALUKTA -- embangan agama Hindu di Pulau Jawa diawali dari Jawa Barat. Keberadaan agama Hindu di Jawa Barat diperkirakan telah dimulai pada pertengahan abad ke-5 ditandai dengan munculnya/berdirinya Kerajaan Hindu yang bernama Kerajaan Tarumanegara dengan rajanya bernama Purnawarman.
Bukti-bukti bahwa di Jawa Barat pernah berdiri Kerajaan Taruma Negara adalah dengan diketemukannya Saila Prasasti. Dan di daerah Cibuaya ditemukan Arca Wisnu yang memperkuat pembuktian bahwa di Jawa Barat pernah berkembang agama Hindu secara pesat. Saila Prasastiadalah prasasti yang terbuat atau ditulis di atas batu yang  jumlahnya sebanyak 7 buah.
Yang termasuk dalam Saila Prasasti meliputi:
a.      Prasasti Ciaruteun,
b.      Prasasti Tugu,
c.       Prasasti Kebon Kopi,
d.      Prasasti Pasir Awi,
e.       Prasasti Muara Cianten,
f.       Prasasti Lebak, dan
g.      Prasasti Jambu.

Isi Prasasti:
a.      Prasati Ciaruteun  menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta  yang berbentuk syair yang memberikan keterangan tentang kerajaan Tarumanegara. Isinya; “Inilah bekas dua kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki Yang Mulia Mulawarman Raja yang gagah berani di dunia”.
b.      Prasasti Tugu menguraikan tentang Raja Purnawarman dalam tahun pemerintahannya yang ke-22 menggali sungai Gomati dalam waktu 21 hari dengan panjang 12 km, di samping sungai yang sudah ada yaitu sungai Chandrabhaga ( Bekasi ). Pekerjaan menggali sungai diakhiri dengan menghadiahkan 2000 (dua ribu) ekor lembu kepada Brahmana.
Selain Kerajaan Taruma Negara di wilayah Jawa Barat, juga pernah berdiri kerajaan Hindu yang sangat terkenal sampai sekarang dan diabadikan menjadi nama salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung yaitu Kerajaan Padjajaran. Kerajaan Padjajaran mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan  Prabhu Siliwangi. Ada pendapat yang mengatakan bahwa Prabhu Siliwangi moksa di Gunung Salak, Desa Taman Sari Bogor Jawa Barat. Di dalam Pura tersebut ada sebuah pelinggih (candi) yang merupakan tempat khusus untuk memuja Prabhu Siliwangi.

Subscribe to receive free email updates: